Jakarta, 28 Juli 2026 - Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian Kehutanan bersama tim Badan Pusat Statistik (BPS), serta diikuti oleh perwakilan unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Kehutanan, menyelenggarakan Workshop Penguatan Penguatan Ketersediaan Data Output Ekonomi dan Nilai Tambah untuk Mendukung Penyempurnaan Perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) Subsektor Kehutanan pada hari Rabu - Kamis, 8 - 9 Juli 2026, di Ruang Rapat Crowne Hotel Bandung. Kegiatan ini digelar untuk mengidentifikasi dan memetakan data yang tersedia di lingkup Kementerian Kehutanan, melalui pemaparan materi BPS serta diskusi kelompok dan diskusi bersama unit Eselon I.
Workshop yang berlangsung pada hari pertama, BPS memaparkan bahwa perhitungan PDB menggunakan pendekatan produksi berdasarkan nilai tambah bruto, dan ke depan akan menggunakan tahun dasar 2025 mengacu KBLI 2025. Selain itu, BPS juga menyampaikan pula bahwa subsektor kehutanan menyumbang 0,55 persen terhadap PDB Nasional 2025, meski masih mengalami kontraksi akibat turunnya produksi kayu dan hasil hutan bukan kayu. Peserta kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok (PHL, KSDAE, serta PDASRH dan Gakkum) untuk membahas matriks identifikasi data, mulai dari jenis data, KBLI, kategori PDB, hingga metode estimasi nilai tambah bruto.
Pada hari kedua, diskusi unit Eselon I membahas tantangan pencatatan data hasil hutan bukan kayu, gagasan pengembangan PDB satelit, serta potensi perdagangan karbon sebagai sumber nilai ekonomi kehutanan. Staf Ahli Menteri Kehutanan bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional, Ir. Dida Mighfar Ridha, M.Si., menegaskan bahwa penyempurnaan PDB melibatkan seluruh unit kerja dan meminta setiap unit menyampaikan rencana perbaikan data hingga Februari mendatang, dengan target data disampaikan sebelum triwulan III.
Melalui workshop ini, BPS akan menyusun format kebutuhan data PDB Subsektor Kehutanan, Pusdatin akan mengoordinasikan penyempurnaan metadata bersama unit teknis Eselon I, dan setiap unit kerja akan menginventarisasikan ketersediaan datanya. Kegiatan workshop ini yang berlangsung selama dua hari, diharapkan Kementerian Kehutanan dan BPS memperkuat ketersediaan data statistik kehutanan yang komprehensif, konsisten, dan berkelanjutan.