Logo Animasi
Kementerian Kehutanan
Mohon Tunggu...
Background Artikel

Penguatan Substansi SOIFO 2026, Kementerian Kehutanan Matangkan Data dan Narasi

Oleh Wali Data | Pusat Data dan Informasi

07 Apr 2026

Jakarta, 7 April 2026 – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) terus mempercepat penyusunan Buku State of Indonesia’s Forests (SOIFO) 2026 melalui rapat pembahasan lanjutan yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) sebelumnya yang dilaksanakan pada Januari 2026, dengan tujuan memperdalam substansi, menyempurnakan struktur, serta memperkuat data dukung dalam draf buku SOIFO.

 

Rapat dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim, Prof. Dr. Haruni Krisnawati, yang menekankan bahwa buku SOIFO bukan sekadar kompilasi, melainkan laporan strategis mengenai kondisi kehutanan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan success story sebagai bukti capaian konkret sektor kehutanan Indonesia. 

 

Rapat menekankan bahwa SOIFO merupakan laporan strategis kehutanan nasional yang harus berbasis data kuat, memuat pesan kebijakan, serta menampilkan success story capaian sektor kehutanan Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 75% substansi telah tersedia dan terus disempurnakan melalui koordinasi lintas eselon dan mitra. 

 

Dalam aspek strategis, Buku SOIFO 2026 ditargetkan untuk diluncurkan pada forum internasional Committee on Forestry (COFO) yang diselenggarakan oleh FAO pada September 2026. Sebelumnya, akan dilakukan soft launching di Indonesia pada Agustus 2026.

 

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kehutanan menetapkan timeline penyusunan yang ketat, dengan target penyelesaian final pada Juli 2026. Proses ini juga akan melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk asosiasi dan pemangku kepentingan terkait.

 

Melalui penyusunan SOIFO 2026, pemerintah berharap dapat menampilkan capaian pembangunan kehutanan Indonesia secara komprehensif, transparan, dan berbasis data, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam isu kehutanan global.